Mengunjungi Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi Dan Filosofi Burung Garuda

Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan mega proyek patung setinggi 120 meter yang saat ini tengah dibangun di puncak Bukit Ungasan, Bali. Sebagai salah satu ikon

khadafi

 * 

 

Patung Dewa Raksasa Garuda Wisnu Kencana

Sharing is caring!

Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan mega proyek patung setinggi 120 meter yang saat ini tengah dibangun di puncak Bukit Ungasan, Bali. Sebagai salah satu ikon baru pariwisata Pulau Dewata, patung dewa raksasa ini menyimpan sejarah panjang dan perjuangan dari berbagai pihak selama lebih dari dua dekade.

Patung megah GWK sendiri dirancang oleh seniman ternama asal Bali, Nyoman Nuarta. Ia mulai menggeluti proyek ambisius ini sejak era 1990-an sebagai wujud apresiasinya pada kebudayaan Hindu.

Lantas, bagaimana kisah perjalanan panjang proses pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana ini? Apa saja tantangan yang dihadapi hingga rampungnya sebagian patung pada 2018 kemarin? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Gagasan Sang Maestro Seni Memembangun Patung Dewa Raksasa

Dewa Raksasa Garuda Wisnu Kencana jauhSejarah patung Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta, seniman kelahiran Tabanan, Bali, pada 1944 silam. Sejak masih muda, ia sudah akrab dengan pahatan patung batu dan kayu.

Karya-karya indah tangan dinginnya banyak dipamerkan di dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Patung Pancoran di Jakarta, Patung Dirgantara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, hingga Patung Ganesha di Las Vegas, Amerika Serikat.

Pada 1990-an, Nyoman Nuarta mulai merancang sebuah patung raksasa yang terinspirasi dari mitologi Hindu. Ia berkeinginan membangun patung megah Dewa Wisnu dan kendaraannya, Garuda, sebagai lambang perjuangan melawan kejahatan.

Gagasan ini kemudian diwujudkannya menjadi sketsa dan proposal proyek besar seni patung. Setelah melewati riset dan persiapan matang, pembangunan patung pun akhirnya dimulai.

Konstruksi Patung GWK Dimulai pada 1994

Dewa Raksasa Garuda Wisnu KencanaPada 1994, pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana resmi dimulai. Lokasinya berada di Bukit Ungasan, kawasan elit di selatan Pulau Dewata yang menghadap ke Samudera Hindia.

Pemilihan lokasi ini dilakukan agar patung raksasa ini bisa terlihat mencolok dari kejauhan. Selain itu, Bukit Ungasan sendiri merupakan landmark penting yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan total biaya pembangunan mencapai ratusan miliar rupiah. Sebagian besar pendanaan berasal dari sumbangan individu dan sisanya disokong APBD.

Selama 4 tahun, pembangunan patung berjalan lancar. Sampai krisis finansial Asia melanda pada tahun 1997, yang membuat proyek terhenti karena kekurangan dana. Patung baru setengah jadi dan molor bertahun-tahun sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

Baca Juga  Daftar Objek Wisata di Padang Terpopuler

Terhenti Sementara Akibat Krisis Finansial Asia

Krisis finansial Asia pada 1997 yang disusul resesi global, membuat pembangunan patung GWK kembali tertunda. Biaya pembangunan yang fantastis membuat proyek kehabisan dana di tengah jalan.

Patung setinggi 120 meter ini baru setengah rampung saat terpaksa berhenti konstruksi. Bagian yang sudah selesai hanya kaki patung beserta pondasinya, belum sampai tubuh dan kepala.

Untuk melanjutkan pembangunan, dibutuhkan pendanaan besar yang sulit diraih saat kondisi ekonomi sedang terpuruk. Akibatnya, mega proyek patung GWK harus vakum selama beberapa tahun.

Situasi makin diperparah dengan terjadinya Tragedi Bom Bali 2002. Insiden ini semakin memukul industri pariwisata Bali yang sudah terpuruk. Pembangunan patung GWK pun makin tertunda karena daya dukung wisata Bali anjlok.

Pascabencana, Pembangunan Dilanjutkan 2005

Setelah vakum cukup lama, pada 2005 proyek pembangunan patung GWK akhirnya dilanjutkan kembali. Pemerintah berupaya menggeliatkan kembali industri pariwisata Bali pascatragedi bom 2002.

Pengelolaan proyek patung GWK pun dialihkan ke PT. Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) atau Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Ini untuk menggalang dana lebih optimal dari pihak swasta.

Pada 29 Juli 2005, Presiden RI kala itu Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pemasangan kepala patung Garuda Wisnu Kencana. Momentum ini menandai kelanjutan pembangunan patung setelah vakum bertahun-tahun.

Meski demikian, pembangunan patung kembali berjalan lambat karena keterbatasan dana. Baru pada 2009, pematungan bagian tubuh burung Garuda dimulai kembali dengan bantuan investor asing.

Peresmian Sebagian Patung pada 2018

Setelah melewati pasang surut, pada Agustus 2018 silam, Presiden Joko Widodo meresmikan penyelesaian tahap pertama patung GWK. Bagian yang sudah rampung adalah kepala dan badan Garuda serta tangan Wisnu.

Peresmian ini menandai tonggak sejarah penting rampungnya sebagian patung setelah 24 tahun berproses. Walaupun masih harus menyelesaikan sisanya, pencapaian ini patut diapresiasi.

Kini, patung setengah jadi Garuda Wisnu Kencana sudah menjadi ikon baru pariwisata Bali. Setiap harinya, ratusan wisatawan berkunjung untuk menyaksikan langsung karya spektakuler ini.

Dengan rampungnya seluruh patung beberapa tahun mendatang, dipercaya GWK bakal semakin memukau dan menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sungguh sejarah pembangunan yang panjang dan penuh perjuangan.

Lokasi Strategis Patung Dewa Raksasa Di Bukit Ungasan, Bali

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di puncak Bukit Ungasan, kawasan wisata elit di Jimbaran, selatan Bali yang langsung menghadap Samudera Hindia. Bukit batu karang ini memiliki ketinggian sekitar 140 meter di atas permukaan laut.

Pemilihan lokasi di puncak bukit ini bukan tanpa alasan. Selain tanahnya yang stabil untuk pondasi patung raksasa, juga terdapat beberapa keuntungan penting di antaranya:

View Laut dan Matahari Terbenam yang Indah

Berdiri kokoh di puncak Bukit Ungasan, patung GWK bisa menikmati pemandangan laut lepas yang cantik. Pengunjung dapat menyaksikan hamparan Samudera Hindia dari ketinggian, khususnya saat matahari terbenam.

Baca Juga  Pantai Nambung Lombok Miliki Air Terjun di Bibir Pantai Laut

Pemandangan alam indah ini semakin melengkapi daya tarik patung GWK itu sendiri. Spot ini cocok untuk mengambil foto dan menikmati suasana romantic bersama pasangan.

Dekat Dengan Bandara dan Kawasan Pariwisata Ternama

Lokasi GWK juga dekat dari Bandara Internasional Ngurah Rai, hanya sekitar 15 menit berkendara. Ini memudahkan akses transportasi bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Selain itu, kawasan sekitar patung merupakan tempat wisata kelas dunia seperti pantai Dreamland, Padang-Padang, Sundays Beach Club, dan lainnya.

Dengan demikian, akses menuju patung GWK sangat mudah dilakukan karena berada di tengah kawasan wisata Bali yang sudah terkenal. Pengunjung dapat mengunjungi destinasi lainnya setelah berkunjung ke patung.

Desain Raksasa Patung Dewa Hindu Garuda Wisnu Kencana

Secara keseluruhan, patung Garuda Wisnu Kencana memiliki desain artistik luar biasa dengan detail rumit di setiap bagiannya. Ukuran patung yang fantastis juga menambah kesan dahsyat dan megah.

Berikut rincian menarik dari dimensi dan desain patung GWK:

Tinggi 120 Meter dan Lebar 54 Meter

Jika sudah rampung sepenuhnya, Patung GWK akan memiliki ketinggian total 120 meter. Ini menjadikannya patung Hindu terbesar kedua di dunia setelah Patung Murudeshwara di India.

Lebar sayap patung Garuda mencapai 54 meter dari ujung ke ujung. Ukuran yang sangat fantastis dan masif untuk ukuran patung.

Berat 4000 Ton dan Terbuat dari Perunggu

Total berat patung diperkirakan mencapai 4000 ton. Bahan utama pembuatannya adalah campuran tembaga dan baja atau biasa disebut perunggu. Material ini dipilih karena tahan korosi dan kuat.

Seluruh badan patung juga dilapisi emas murni 24 karat setebal 0,5 mm sehingga terlihat berkilauan. Total emas murni yang digunakan seberat 75 kg dengan nilai miliaran rupiah.

Sayap Rumit dengan 26.000 Lembar Bulu

Salah satu bagian paling ikonik dari patung GWK adalah desain sayap Garuda. Konstruksinya begitu rumit dan detail, membutuhkan waktu 5 tahun pengerjaan.

Sayap burung raksasa ini terdiri dari 26.000 lembar bulu yang dipahat satu per satu. Bulu-bulu itu kemudian ditata sedemikian rupa hingga membentuk sayap selebar 54 meter ketika terbentang.

Hasil akhirnya adalah sayap megah nan artistik yang tampak begitu nyata dan hidup. Detail tinggi pada sayap menambah nilai estetika patung GWK.

Fasilitas Lengkap di Kompleks Patung Garuda Wisnu Kencana

Di kawasan sekitar patung GWK sendiri terdapat beragam fasilitas wisata kelas dunia yang bisa dinikmati pengunjung setelah puas mengagumi patung. Beberapa yang terkenal adalah:

Museum dan Bioskop 3D

Di bagian dalam patung GWK rencananya akan dibangun museum dan bioskop 3D. Pengunjung bisa menonton film tentang sejarah dan makna filosofis patung GWK di bioskop 3D.

Sementara museum akan memamerkan galeri foto proses pembangunan patung serta karya-karya seniman Nyoman Nuarta. Ada pula souvenir shop untuk oleh-oleh khas GWK.

Taman Burung dan Spot Foto Instagramable

Outdoor area sekitar patung juga digarap apik, di antaranya taman burung yang indah. Suasana asri dan pemandangan patung GWK yang artistik membuat lokasi ini cocok untuk spot foto.

Baca Juga  Tangkuban Perahu, Telur Rebus Kawah Domas dan Kawah Ratu

Ada pula beberapa spot khusus ala museum lilin Madame Tussauds untuk berfoto dengan latar belakang patung GWK. Instagramable sekali!

Panggung Pertunjukan dan Restoran Kelas Dunia

Terdapat panggung mega terbuka yang biasa digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya. Panggung besar ini menghadap langsung ke patung GWK sebagai background panggung.

Restoran dan cafe bergaya minimalis modern juga tersedia di area seluas 14 hektar ini. Pengunjung bisa menikmati hidangan prasmanan sambil menikmati pemandangan laut lepas yang romantis.

Makna Filosofi Patung Garuda Wisnu Kencana

Secara filosofis, patung Garuda Wisnu Kencana memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Garuda merupakan burung mitologi dalam agama Hindu yang dipercaya sebagai kendaraan Dewa Wisnu.

Garuda melambangkan keabadian dan kesetiaan. Ia rela mengorbankan dirinya demi melindungi dan mengabdi pada Dewa Wisnu. Sementara itu, Dewa Wisnu adalah dewa pemelihara dan pelindung alam semesta.

Patung GWK yang megah dimaksudkan untuk menggambarkan perjuangan melawan kejahatan demi melindungi kehidupan. Tangan kanan Wisnu terangkat ke atas melambangkan sabda, simbol kekuatan pikiran dan kebenaran.

Sementara tangan kiri Wisnu mengarah ke bawah melambangkan ksama, simbol kesabaran dan kekuatan fisikal. Garuda dipercaya memiliki kecepatan dan kekuatan supernatural, sehingga mampu terbang mengarungi dunia untuk melindungi umat manusia.

Nilai-nilai filosofis inilah yang coba ditonjolkan lewat pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana. Diharapkan dapat menginspirasi wisatawan untuk selalu berjuang melawan kejahatan demi kebaikan.

Perkiraan Waktu Penyelesaian Patung GWK

Hingga saat ini, baru sekitar 75% proses pembangunan patung GWK yang sudah rampung, khususnya bagian kepala dan badan utama patung. Beberapa bagian penting seperti sayap dan ekor burung Garuda masih dalam proses pengerjaan.

Menurut perkiraan pengelola, tahap kedua pembangunan patung ditargetkan rampung pada tahun 2025 mendatang. Untuk menyelesaikan sisa 25% konstruksi, diperlukan dana sekitar Rp 700 miliar lagi.

Pihak pengelola tengah menggalang dana dari berbagai sumber guna merampungkan pembangunan tepat waktu. Setelah resmi dibuka nanti, GWK dipercaya akan menjadi destinasi wisata baru ikonik yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Bali.

Dampak Signifikan Bagi Perkembangan Pariwisata Bali

Keberadaan patung megah GWK dipercaya akan memberi dampak positif besar bagi perkembangan pariwisata Bali ke depannya. Setidaknya ada 3 manfaat utama yang bisa dinikmati:

Pertama, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat pesat, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Patung GWK akan memperkuat daya tarik wisata Bali.

Kedua, meningkatnya kunjungan otomatis akan menaikkan pendapatan negara dan daerah dari sektor pariwisata. Kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi patung juga akan meningkat.

Ketiga, keberadaan patung akan melestarikan warisan budaya Bali khususnya terkait mitologi Hindu. Nilai-nilai filosofinya dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dengan beragam manfaat positif tersebut, tak salah bila banyak yang menantikan rampungnya patung GWK. Ia diyakini akan menjadi ikon pariwisata Indonesia yang membanggakan di mata dunia.

FAQ Seputar Patung Garuda Wisnu Kencana

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar patung GWK yang sering ditanyakan wisatawan:

  1. Kapan pastinya patung GWK rampung 100%?

Pembangunan patung GWK ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2025 mendatang. Saat ini baru 75% bagian patung yang sudah selesai dibangun.

  1. Berapa biaya masuk atau tiket untuk mengunjungi patung GWK?

Biaya tiket masuk ke area patung GWK adalah Rp75.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp250.000 untuk wisatawan mancanegara.

  1. Apakah sudah bisa masuk ke dalam patung GWK?

Saat ini bagian dalam patung yang berisi museum dan bioskop 3D masih dalam tahap pengerjaan. Pengunjung baru bisa menikmati pemandangan dari luar area patung.

  1. Bisakah mengambil foto di sekitar patung GWK?

Tentu saja bisa! Justru itu tujuan utama kebanyakan pengunjung ke sini. Ada beberapa spot khusus untuk berfoto dengan latar patung GWK.

  1. Mengapa patung diberi nama Garuda Wisnu Kencana?

Garuda merupakan burung mitos raksasa dalam Hindu yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu. GWK adalah singkatan dari Garuda Wisnu Kencana.

Tags

Related Post

Leave a Comment